Depan kiri pak !!
Ya mundur2, belakang masih kosong !
Ongkos ongkos ongkos !!
yo kiri prei…
itu tadi beberapa kalimat yang paling sering muncul waktu saya masih naik bus kota.. Gelantungan di pintu bus yang penuh sesak dengan badan penuh keringat, ada mbak2 cantik, ada ibu2 dari pasar dengan seabrek barang bawaan nya, copet dimana2, wah mengingat2 masa2 itu membuat saya jadi kangen. Udah sejak beberapa taun belakangan ini udah ngga pernah naik lagi bus kota.
Mulai beberapa waktu lalu, Transjogja (biasa disebut tejo) mulai dioperasikan. Banyak Warga jogja tak terkecuali saya yang pengin mencoba alat transportasi baru ini. Tapi walaupun sama2 berbentuk bus kota, tapi suasana seperi bus kota diatas ngga ada di trans jogja ini.
Tak ada teriakan kernet menawarkan jasa atau meminta ongkos, tak ada suasana panas karena ber AC dan yang jelas ngga bisa gelantungan di pintu karena pintunya ditutup. Tejo juga hanya berhenti pada halte2 yang telah di sediakan, jadi naik dan turun pun cuman bisa di halte tersebut.
Sampai saat ini Penumpang transjogja masih ramai, tapi entahlah beberapa waktu ke depan. Kebanyakan Penumpang ingin naik dan turun pada tempat2 sesuai keinginan mereka, hal ini tak bisa dilakukan jika menggunakan Tejo. Bagaimana jika tempat tujuan masih jauh dari lokasi halte? masih nekat mau menggunakan tejo ? Menggunakan bus kota biasa jelas lebih praktis. Lagipula ongkos pun tak jauh berbeda dengan bus kota. Faktor kenyamanan Tejo yang ber AC sepertinya tidak akan terlalu berpengaruh bagi sebagian besar orang.
Entahlah apa tujuan dioperasikan nya tejo ini! Tapi kok saya lebih berpikir ini hanya merupakan pemuasan ego saja, Supaya Jogja mempunya tranjogja selayaknya busway di jakarta. Tapi tejo dan busway jelas berbeda donks. Busway disediakan jalur khusus, lagipula kemacetan di jakarta memang sudah parah. Di jogja ? Tejo juga melewati jalan biasa, tidak ada jalur khusus. Lalu apa bedanya dengan bus kota ?
Ah itu semua hanya pemikiran saya , Semoga Tejo tejo itu bisa berguna bagi masyarakat dan bukan hanya menghabiskan dana saja.
Berbagi